Sepasang Angkuh

Sebut saja namanya lelaki
Dari tulang rusuknya kemudian diciptakan satu manusia lagi
bernama perempuan
Sang lelaki diciptakan tangguh tapi ada ketidak pekaan dalam dirinya
Sedang yang perempuan tercipta begitu anggun, namun penuh rasa sungkan

Alkisah tak satupun yang menyadari
degup jantung penuh nada diantara keduanya
Ada rasa rindu
Ada rasa cemburu
Ada keinginan untuk saling mendekap

Sayang, sang lelaki terlalu pengecut
Menganggap diri terlalu rendah dan tak bernilai apa-apa
Dan yang perempuan tak akan mungkin mau mengakui hasratnya
Sebab terhalang norma tentang harga diri

Jadilah keduanya terjebak
tak ada yang cukup rendah diri untuk mengakui kekalahannya di hadapan sang mahacinta
Entah kapan kisah mereka dapat berakhir

bagai dongeng yang hidup bahagia selamanya

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...