Yang Hendak Diutarakan


Kita mundur beberapa langkah ke belakang. Kukenang gingsul gigimu yang ramah diantara lipatan-lipatan bangau sore itu. Kau tersenyum dan aku hanya mampu  terdiam sinis menyembunyikan rasa pernah-berjumpa-entah-dimana.

Bocah

Aku membayangkan
Seorang lelaki yang bagaikan rumah;
Membuatku selalu ingin pulang ke pelukannya

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...