Bunga dan tangkainya kini mulai
mengenal pisah
Sejak kemarau mulai meracuni
ranting-ranting menjadi rapuh
Dinding duniaku pun retak karena ia
tak berongga
"kita hidup di dunia yang terlalu banyak batasan. dan aku mengerti kita sama-sama tak mampu melawan batasan-batasan itu"
mungkin beginilah kira-kira isi hati perempuan dan laki-laki yang tengah berboncengan saat pulang.
puisi yang saya lontarkan sewaktu perdebatan pecah di grup LINE pada waktu dini hari. maklum saja kalau agak alay, sebab yang membuat adalah orang yang sedang dilanda insomnia.
Judulnya "Tatapan Seekor Anjing", atau sebut saja ini cerita 'dikejar anjing'. Mungkin kedengarannya tidak keren dan tidak menarik, tapi izinkan saya menceritakan hal yang menurut saya lucu ini. Kalaupun menurutmu tak lucu, setidaknya jangan biarkan saya tertawa sendirian. Simpul senyummu sudah cukup menemani.
"sebuah sajak yang ditulis karena ilham dari seorang teman yang sering diejek dan mengejek diri sendiri buruk rupa"
Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...