Pikiran Arman tak lagi terfokus pada penjelasan
gurunya. Ia hanya menatap kosong pada dunia di luar jendela kelasnya. Tak
peduli meski cahaya matahari membus kaca menyilaukannya. Hatinya tak tertambat
sama sekali pada apa yang diterangkan gurunya. Seolah ada sesuatu, namun ia
merasa bukan kegelisahan jam pelajaran terakhir seperti biasanya.
Jam istirahat kedua tidak lama lagi akan berakhir. Keram melanda kakiku begitu hebatnya. Tak heran, sebab waktu istirahat keduaku hanya kuhabiskan dengan tidur di bangkuku. Mataku masih begitu berat terasa. Aku tak bergeming dari tempat dudukku dan hanya menatap kosong pada proyeksi cahaya dari proyektor ketika teman-temanku memutar film.