Tapi...

Matamu menatap amat dalam
Berlapis beningnya airmata yang sebentar lagi jatuh menyusuri pipimu

Sore Terakhir

Pikiran Arman tak lagi terfokus pada penjelasan gurunya. Ia hanya menatap kosong pada dunia di luar jendela kelasnya. Tak peduli meski cahaya matahari membus kaca menyilaukannya. Hatinya tak tertambat sama sekali pada apa yang diterangkan gurunya. Seolah ada sesuatu, namun ia merasa bukan kegelisahan jam pelajaran terakhir seperti biasanya.

Laptop Ini Aku Pinjam

Jam istirahat kedua tidak lama lagi akan berakhir. Keram melanda kakiku begitu hebatnya. Tak heran, sebab waktu istirahat keduaku hanya kuhabiskan dengan tidur di bangkuku. Mataku masih begitu berat terasa. Aku tak bergeming dari tempat dudukku dan hanya menatap kosong pada proyeksi cahaya dari proyektor ketika teman-temanku memutar film.

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...