Cara Merindukanku

"sebuah sajak yang ditulis karena ilham dari seorang teman yang sering diejek dan mengejek diri sendiri buruk rupa"



Duhai jelita,
adakah engkau tahu
bahwa aku menginginkanmu?
Karena aku buruk rupa,
jangan pernah mengikuti sahabatmu yang punya kekasih rupawan
yang bisa dengan leluasa membayangkan wajah kekasihnya saat sedang rindu
Jangan sekali-kali mengingat wajahku saat engkau sedang rindu
Aku  pastikan kau akan bermimpi buruk setelahnya
Dan rindumu akan berbuah kegelisahan

Ingat saja caraku menorehkan tawa di bibirmu
Ingat saja pandanganku yang tak pernah lepas darimu
Ingat saja senyumku yang selalu ada saat kau bicara
Ingat saja bagaimana kerelaanku mengikuti inginmu
Ingat saja bagaimana kesetiaanku menunggumu
Ingat saja hal yang telah membuatmu buta dan akhirnya menerimaku
Atau apa saja baik-baik dariku,
Asalkan bukan wajahku

Sebab aku ini buruk rupa
Maka ingat saja apa yang baik-baik dariku

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...