Judulnya "Tatapan Seekor Anjing", atau sebut saja ini cerita 'dikejar anjing'. Mungkin kedengarannya tidak keren dan tidak menarik, tapi izinkan saya menceritakan hal yang menurut saya lucu ini. Kalaupun menurutmu tak lucu, setidaknya jangan biarkan saya tertawa sendirian. Simpul senyummu sudah cukup menemani.Itu adalah salah satu malam yang gelap dimana bulan ramadhan telah hampir mencapai penghujungnya. Saat itu seluruh jamaah telah berhambur keluar menuju rumah masing-masing selepas shalat witir berakhir. Aku termasuk juga ke dalam mereka yang hendak pulang. Langkahku berayun pelan. Bukan karena lelah sehabis melaksanakan beberapa rakaat shalat tarawih dan witir, tapi entah kenapa semakin jauh langkahku menjejak, semakin berat pula kelopak mataku terasa. Suasana remang lorong yang kulewati pun semakin menambah kerinduanku pada kasurku.
Akhirnya beberapa meter menuju rumahku. Kebetulan lampu jalan tengah padam sehingga jalan jadi jauh lebih gelap dari biasanya. Aku benar-benar hampir sampai di depan pagar rumahku. Namun dari kegelapan samar-samar kulihat kilatan sepasang mata yang mengarah kepadaku. Kilatan mata itu semakin dekat dan nampaklah bahwa ternyata itu seekor anjing.
Aku jadi kikuk, khawatir ia akan menyerangku. Tapi aku segera melenggang seolah tak peduli. Kupikir anjing itu tak akan beranjak dari tempatnya, tapi ia ternyata mengikutiku. Aku berhenti, melihat apa yang ia lakukan, dan aku bertambah takut. Ketika ia menggonggong ke arahku, yang terlintas di pikiranku hanyalah lari sekencang mungkin ke rumahku. Tapi setelah kupikir lebih lagi, aku pasti akan kalah, sebab setelah sampai di depan rumah aku akan sibuk membuka pagar dan itu akan jadi kesempatan bagi gigi-gigi tajamnya untuk menancap di salah satu bagian tubuhku.
Aku menarik napas panjang. Rencana tersebut akan kujadikan rencana cadangan ketika usahaku untuk mengusirnya gagal, pikirku. Kupegang erat-erat sajadah di tanganku. Kukumpulkan keberanianku dan kukibaskan sajadah tersebut seraya berkata "hus!". Dan, aku terperanjat. Kibasan sajadah dan mantra "hus!" dariku ternyata ampuh membuat anjing tersebut lari terbirit-birit. Ah, dasar
Aku jadi ingat tentang pesan "jika dikejar anjing, segeralah jongkok supaya anjing tersebut lari". Aku jadi terpikir kenapa tidak kucoba pesan tersebut, apakah memang benar atau tidak? Tapi kalau kucoba dan ternyata itu salah, habislah aku.
No comments:
Post a Comment