Gusar dan Kau

puisi yang saya lontarkan sewaktu perdebatan pecah di grup LINE pada waktu dini hari. maklum saja kalau agak alay, sebab yang membuat adalah orang yang sedang dilanda insomnia.
  1. Sekiranya mataku tak lama lagi akan terpejam
    Namun senyummu lantas membayang,
    lirih suaramu lantas menggema
    Aduhai, tak tidur aku hingga pagi menyingsing
  2. Malam ini lelah tak cukup mampu menggoda
    batinku menuju pembaringan
    Kunyalakan tv,
    berharap kantuk dapat merasuk tanpa kusadari
    Sialnya, fatamorgana dirimu menguasai kotak kaca di hadapanku
    Ah sial!
    Tidurku telah kau renggut!
  3. Kutatap bulan yang menerangi suntukku
    Aku dapat berkhayal dapat berlari menuju bulan di atas kepalaku
    Sekali lagi, harapanku melonjak,
    imajinasiku memproyeksikan dirimu bersanding menujunya
    Seandainya saja tak ada tidur yang akan terganggu,
    sudah kuteriakkan umpatan kepadamu
  4. Segelas kopi terhidang buat diriku sendiri
    Segera kuselesaikan segala soal perhitungan yang menumpuk
    Kucari buku teori 'tuk jelaskan kantukku yang hilang olehmu
    Betapa malangnya, segala huruf menjelmakan namamu
  5. Kuberanikan diri membarikan diri
    Pandangan yang terpaku pada langit-langit,
    bibir yang tak henti menyebut namamu,
    mataku lalu terpejam
    Setelahnya, kulihat kau menari-nari dalam alam bawah sadarku
    Betapa kacau pagiku
    sebab kau menambahkannya
    dengan satu senyum

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...