Tak Apa

kasih
barangkali engkau akan tidur memeluk kedinginan malam ini

hujan tak mengizinkanku kembali kepadamu
dinginnya amat menusuk, kasih
hingga membuat aku tak sadar
terlelap di atas dada seorang nona

***

kasih
tak perlu pulang hari ini
jangan paksakan dirimu melawan badai
rinduku tetaplah untukmu
namun malam ini
biarlah tuan yang pernah kau cemburui
yang gantikanmu menghangatkan tidurku

(28 Februari 2016)

Tiba-tiba ingat cerpen Aan Mansyur, “Hujan Rintih-rintih” (kalau tidak salah). Akhirnya jadilah sepotong puisi ini.

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...