Bocah

Aku membayangkan
Seorang lelaki yang bagaikan rumah;
Membuatku selalu ingin pulang ke pelukannya

Lalu kau datang
Menyapa anak kecil di dalam diriku yang selalu menolak menjadi dewasa

Aku ingin sayang padamu dengan debar yang sama saat pertama kau taut mataku. Tapi setiap kali kuselami kerinduanku, yang kutemui hanya ragu

Dan

Kau yang tak pernah sempat datang menglipur

Waktu terus menjadikan kita tua
Tapi aku tak pernah beranjak, kekasih
Aku masih bocah yang selalu kebingungan

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Mati Memeluk Gitar

Aku memandangnya dari deret kursi terakhir di gedung ini. Kali ini lebih dari pucuk hidung yang selalu membuai imajinasiku. Permata ber...