Aku baru saja selesai berkonsultasi dengan pembinaku mengenai persoalan oraganisasi yang tengah kuurus. Sebegitu banyaknya permasalahan yang kukonsultasikan,
aku sampai tak sadar bahwa jam istirahat telah berlalalu beberapa menit. Namun aku tak begitu khawatir, sebab guru yang mengajar selanjutnya adalah guru yang baik, jadi aku tak perlu terburu-buru menyelesaikan pembahasanku dengan pembinaku.
Aku keluar dari ruangan BK; tempatku menemui pembinaku. Aku berjalan menuju kelasku yang tak jauh dari ruangan itu dengan santai, sekalipun jam pelajaran telah dimulai beberapa saat yang lalu. Benar saja, ketika aku masuk ke dalam kelasku pelajran telah dimulai. Guruku yang tangah mengajar saat itu tak marah ketika melihatku terlambat. Dengan segera aku menuju ke tempat dudukku. Segera setelah aku mengambil posisi duduk yang nyaman, kawan-kawanku lalu menanyakan aku dari mana saja hingga bisa terlambat masuk kelas. Karena malas menjawab, aku hanya berkata "Dari ruang BK". Mendengar jawaban itu, entah kenapa kawan-kawanku kaget.
"Dari ruang BK?! Apa kau mau pindah?" mendengar itu aku jadi bingung dari mana mereka bisa membuat kesimpulan seperti itu. Aku berusaha tidak menunjukkan kebingunganku. Sebab tiba-tiba saja terlintas niat menjahili mereka.
"Iya. Aku tadi sedang mengurusnya. Darimana kalian tahu?" aku berusaha menahan tawa.
Raut wajah mereka langsung berubah. Mereka nampak bingung, kaget, bercampur khawatir. "Kau serius? Ah, jangan bercanda!"
Tentu saja karena aku berniat menjahili mereka, maka aku mengiyakan kekhawatiran mereka. Mereka terus saja mendesakku untuk mengatakan apakah aku benar-benar serius dengan perkataanku. Dari ekspresi mereka, aku bisa melihat kalau mereka seakan tak ingin percaya bahwa aku akan pindah ke sekolah lain. Akhirnya setelah hampir saja mereka tertipu, tawaku kemudian pecah. Aku lalu mengungkapkan bahwa aku hanya mempermainkan mereka. Kulihat mereka nampak lega mendengar apa yang kukatakan.
Aku tak menyangka, mereka bisa begitu merasa kehilangan akan diriku. Padahal aku menjalin pertemanan dengan mereka belum lama ini. Ah, aku begitu bahagia dengan kejadian ini. Ternyata ada orang yang bisa begitu peduli terhadapku.

No comments:
Post a Comment